Tampilkan postingan dengan label TRK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TRK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Agustus 2011

kerusakan komponen mesin


Konsekuensi dari keausan komponen mesin adalah pada pemilihan oli yang tepat untuk mesin tersebut. Nah, disinilah yang menjadi tantangan untuk merawat mesin mobil/motor kita dengan tepat.
Untuk pemilik mobil/motor lama, mau tidak mau perlu mencoba-coba oli dari berbagai jenis dan merek untuk mesin mobil/motor kita sampai didapat jenis dan merek yang tepat.
Jadi kita tidak bisa mendengarkan begitu saja pendapat teman yang merekomendasi oli tertentu untuk mobil/motor kita karena toh kondisi mesin kita pastinya berbeda dengan mesin teman kita.

Contoh kasus:
Mitsubishi Eterna DOHC 1993 milik si A memakai oli merek XXX jenis 10w40 dan si A merasakan mesinnya bekerja baik, halus dan responsif, sementara ketika mobil yang sama milik si B diisi oli yang sama malah berbunyi tik-tik-tik-tik yang berasal dari bunyi HLA (Hydraulic Lash Adjuster) dan Rocker-Arm.
Disini menunjukkan tingkat keausan pada komponen HLA dan Rocker-Arm pada mobil si B lebih tinggi ketimbang mobil si A walaupun jenis dan tahun keluarannya sama.

TIPS:
Ketika kita baru membeli mobil bekas yang cukup berumur (5 tahun lebih), yang perlu kita lakukan berkaitan dengan oli (oil) adalah:
1. Engine Oil Flush: Menguras oli dan kotoran-kotoran di dalam mesin dengan cairan khusus (Engine Flush) sebelum mengganti oli.
2. Ganti Filter Oli: Gantilah filter oli dengan filter oli yang orisinil.
3. Ganti Oli: Pilihlah oli yang baik.
4. Transmission Oil Flush: Kuras dan ganti dengan oli transmisi baru yang disarankan pabrik.
5. Powersteering Oil Flush: Kuras dan ganti oli powersteering (misalnya: Dextron III, dst)
6. Brake Oil Flush: Kuras dan ganti oli rem (misalnya: DOT3 atau DOT4)
7. Transmission Clutch Oil Flush: Kuras dan ganti oli kopling (misalnya: DOT3 atau DOT 4).

INFO:
Indikator umum jika oli cocok dengan mesin kita adalah:
1. Suara mesin yang halus
2. Putaran mesin yang ringan dan responsif
3. Suhu mesin stabil
4. Penguapan oli yang minim

PERKEMBANGAN PENGGUNAAN AIR SUSPENSI

Penggunaan air suspensi untuk mobil modifikasi bukan hanya sekedar perlu budget yang cukup besar, banyak hal yang perlu diketahui dulu tentang air suspensi itu sendiri sebelum mengaplikasikannya.

Jadi jangan sekedar bisa beli terus pasang, tanpa mengetahui dulu apa itu air suspensi dan jenisnya yang sesuai dengan mobil sendiri serta bagaimana cara merawatnya, sebisa mungkin berkonsultasi dulu dengan modifikatornya.Hal ini untuk mencegah kepanikan pengguna mobil apabila air suspensi sedikit mengalami masalah saat sedang dalam perjalanan.

Air suspension memiliki sistem kerja yang dimulai dari kompresor yang menyuplai udara ketabung, lalu dari tabung dibagi ke kaki-kaki lewat selenoid yang dihubungkan lewat selang udara. Pada air suspension pasti terdapat tombol beserta indikator untuk mengatur naik turunnya air suspensi sesuai keinginan dan mengontrol persediaan udara dalam tabung pada keempat roda, sebaiknya untuk tombol pengaturnya ditaruh didepan dashboard atau di sesuaikan keadaan kedudukan interior, yang terpenting adalah agar tombol pengatur mudah dijangkau pengemudi. Pada intinya air suspension sendiri tidak perlu perawatan, yang perlu dirawat adalah tabung penampung air pada kompresor dengan cara dibuang air-nya seminggu sekali. Selain itu karet balon dari air suspension juga perlu untuk diperiksa kondisinya. Sebaiknya karet balon meski tidak mengalami kerusakan, setelah 3 tahun diganti agar tetap layak untuk dipakai harian, karena bahan karet lama-kelamaan dapat mengeras dan retak, sehingga dapat terjadi kebocoran. Untuk tabung air suspension sendiri tidak perlu perawatan, karena seandainya bocor-pun masih bisa diperbaiki dengan mengganti seal tabungnya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites